
Menjadi orang baik tidak berarti harus selalu meng”iya”kan. Ada saatnya memilih diri sendiri tanpa merasa bersalah.
Sebab setiap “iya” yang Anda berikan kepada orang lain mengambil sebagian dari waktu, tenaga, dan perhatian Anda. Belajarlah memilih mana yang benar-benar layak mendapatkan “iya”, agar kebaikan tidak berubah menjadi kelelahan dan kepedulian kepada orang lain tidak membuat Anda kehilangan diri sendiri.

Mengapa ada perawat yang puluhan tahun bekerja tetapi hidupnya terasa berjalan di tempat, sementara ada perawat lain yang mampu berkembang menjadi pemimpin, pendidik, penulis, pengusaha, bahkan tokoh yang menginspirasi banyak orang?
Padahal mereka memulai dari profesi yang sama.
Perbedaannya bukan terletak pada keberuntungan, melainkan pada cara mereka berpikir, belajar, bertindak, dan bertumbuh.