Strategi Bertahan, Bertumbuh, dan Tetap Menjadi Diri Sendiri

Menjadi perawat tidak pernah hanya tentang merawat pasien.
Ada shift yang melelahkan. Ada pekerjaan yang seolah tidak pernah selesai. Ada tuntutan dari pasien, keluarga pasien, rekan kerja, atasan, dan sistem yang kadang datang bersamaan. Ada tanggung jawab besar yang harus dijalankan, bahkan ketika tubuh sudah lelah dan pikiran ingin berhenti.
Kita dituntut tetap tenang ketika situasi tidak tenang. Tetap ramah ketika hati sedang tidak baik-baik saja. Tetap profesional ketika persoalan pribadi belum selesai. Dan tetap hadir untuk orang lain, bahkan ketika diri sendiri sebenarnya juga membutuhkan tempat untuk bersandar.
Pada titik tertentu, seorang perawat mungkin mulai bertanya:
“Sampai kapan saya bisa menjalani semuanya seperti ini?”
Ada yang masih mencintai profesinya, tetapi mulai kehilangan energi.
Ada yang tetap datang bekerja setiap hari, tetapi semangatnya tidak lagi sama.
Ada yang pulang dari rumah sakit, tetapi pikirannya masih tertinggal di ruang perawatan.
Ada yang mulai merasa kariernya berjalan di tempat.
Ada pula yang diam-diam bertanya:
“Apakah saya harus bertahan, berubah, atau pergi?”
Pertanyaan-pertanyaan itulah yang menjadi alasan buku SURVIVAL NURSE ditulis.
Buku ini tidak ingin mengatakan bahwa perawat harus selalu kuat. Sebaliknya, buku ini mengajak kita memahami bahwa bertahan dalam profesi bukan berarti memaksa diri menanggung semuanya sendirian.
Karena survive bukan sekadar tidak menyerah.
Survive adalah kemampuan mengenali keadaan diri, menjaga batas, membangun hubungan yang sehat, beradaptasi dengan perubahan, bangkit setelah tekanan, dan tetap memberi ruang bagi diri untuk bertumbuh.
Perjalanan dalam buku ini dimulai dari Reality Shock—ketika idealisme tentang profesi bertemu dengan kenyataan di lapangan. Kita akan melihat pekerjaan-pekerjaan yang sering tidak terlihat, tekanan yang datang dari luar, hingga pertarungan yang diam-diam berlangsung di dalam diri seorang perawat.
Kemudian kita memasuki Titik Kritis, saat lelah ternyata bukan lagi sekadar lelah. Ketika pekerjaan mulai ikut pulang ke rumah, energi emosional semakin menipis, dan pertanyaan tentang makna profesi mulai muncul.
Namun buku ini tidak berhenti pada masalah.
Di bagian SURVIVAL NURSE, kita akan membangun enam kemampuan penting untuk bertahan sekaligus bertumbuh: Awareness. Boundaries. Connection. Adaptability. Resilience. Growth.
Enam hal ini bukan sekadar konsep. Semuanya dibawa ke kehidupan nyata melalui Survival in Action: bagaimana menghadapi energi yang mulai terkuras, konflik antara hati dan pekerjaan, sulitnya memisahkan rumah sakit dari kehidupan pribadi, karier yang terasa jalan di tempat, hingga keputusan besar yang mungkin suatu hari harus dihadapi:
Bertahan, berubah, atau pergi?
Tujuan seorang Survival Nurse bukanlah sekadar mampu melewati hari kerja berikutnya.
Kita perlu bergerak beyond survival.
Kembali menemukan alasan mengapa dahulu memilih menjadi perawat. Mengenali siapa diri kita setelah bertahun-tahun menjalani profesi ini. Merancang masa depan yang tidak hanya berisi jadwal dinas dan rutinitas, tetapi juga pertumbuhan, pilihan, kehidupan, dan makna.
Karena profesi ini seharusnya tidak membuat kita kehilangan diri sendiri.
Kita boleh lelah.
Kita boleh berhenti sejenak.
Kita boleh mengubah arah.
Kita boleh mempunyai kehidupan dan mimpi di luar pekerjaan.
Dan kita tetap bisa menjadi perawat yang baik tanpa harus mengorbankan seluruh diri untuk profesi.
SURVIVAL NURSE adalah buku untuk perawat yang sedang berjuang, sedang lelah, sedang mempertanyakan arah, atau sekadar ingin mempersiapkan dirinya agar mampu menjalani perjalanan profesi dengan lebih sehat.
Bukan buku tentang bagaimana menjadi perawat yang selalu kuat.
Tetapi tentang bagaimana menjadi perawat yang tahu kapan harus bertahan, kapan harus berubah, bagaimana terus bertumbuh, dan bagaimana menjalani semuanya tanpa kehilangan dirinya sendiri.
Menjadi perawat bukan hanya tentang berapa banyak orang yang telah kita rawat.
Tetapi juga tentang apakah, di tengah perjalanan merawat begitu banyak orang, kita masih mampu merawat diri kita sendiri.
SURVIVAL NURSE
Bertahan tanpa kehilangan diri.
Bertumbuh tanpa kehilangan arah.
SPESIFIKASI BUKU
| Judul | SURVIVAL NURSE |
| “Strategi Bertahan, Bertumbuh, dan Tetap Menjadi Diri Sendiri” | |
| Penulis | Masmuhul Khoir Mamuk |
| Cetakan Pertama, | September 2026 |
| Jumlah Halaman | xvi+200 = 216 |
| Ukuran Buku | 14,5 x 21 cm |
| ISBN | |
| Diterbitkan oleh | PT Edu Fresh Media |
| Telepone | 08557060456 |
| HARGA | |
| Buku Cetak | Rp. 95.000 |
| Ebook | Rp. 45.000 |